Catatan Seorang Kawan
| Raymona Dyah May Novita |
Ibu pertiwi, harapkan pemuda pemudi yang militan, progresif dan pantang menyerah.
Tak butuh pemuda yang kalah dan patah. Kembalikan semangatmu yang terjarah orang- orang tak dikenal.
Kembalikan cita cita awalmu wahai kawan pejuang pembebasan, hancurkan
penindasan terhadap perempuan, bangsa atas bangsa, negara atas negara.
Perjuanganmu tak boleh mati, demi Ibu Pertiwi yang berjuang untuk kembali.
Risau… Tentang apa? Bukankah kelaparan, busung lapar, kemiskinan penindasan, ketidakadilan lebih merisaukan. Jangan kau hiraukan suara-suara sumbang yang menyurutkan langkahmu.
Risau… Tentang apa? Bukankah kelaparan, busung lapar, kemiskinan penindasan, ketidakadilan lebih merisaukan. Jangan kau hiraukan suara-suara sumbang yang menyurutkan langkahmu.
Warna pengaburan bahkan ancaman perjuangan mestinya tak menggentarkan langkahmu …Gadis – Gadis revolusioner…
Sekali lagi, Ibu Pertiwi akan ditinggalkan untuk berjuang sendiri.
Namun ingatlah kawan seperjuangan, bahwa imperialisme masih merajalela di bumi ini.
Namun ingatlah kawan seperjuangan, bahwa imperialisme masih merajalela di bumi ini.
Tegakah kau meninggalkan perjuangan yang kau rintis bersama
pejuang-pejuang setia rela mati, demi tegaknya keadilan dan kemakmuran
di negeri ini, kita masih berdiri dan melawan dipeperangan yg belum usai
ini.
Ingatkah tujuan awal kawan berdiri di garis perjuangan ini. Apapun,
kita di sini, masih akan tetap sama aku seorang pejuang revolusioner.
Meski semua orang tak mengenalku, tapi aku menyelamatkan mereka.
Tegakah kawan akan berdiam diri melihat penjajahan masih berjaya,?
Kembalikan semangatmu kawan pejuang penindasan? Bangun dari
keterpurukan. Aq, kami, masih di garis perjuangan, dan menunggu aksi
pembebasanmu.
Salampembebasan..
Kawan pengguncang dunia…
Kawan pengguncang dunia…
Penulis : Raymona Dyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar